Kamis, 19 Maret 2015

Lima Fakta Mengejutkan tentang Batman

Saat ini film Batman v Superman: Dawn of Justice, sedang dalam proses pembuatan, dan jika semuanya lancar, maka karya visual itu akan tayang pada 26 maret tahun depan.

Namun jika kita mau berbicara tentang sosok Batman, dikutip dari laman Bestpicture, ternyata ada fakta-fakta unik di balik kemunculan sosok Manusia Kelelawar ini. Berikut, adalah lima fakta mengejutkan tentang Batman yang kami maksud:

1.    Dalam komiknya Batman ternyata pernah diceritakan berupaya melawan datangnya virus ebola pada tahun 1990-an. Tak hanya itu, patnernya Robin sempat pernah hampir tewas akibat penyakit mematikan itu.

2.    Pada tahun 1996, dua penerbit komik raksasa, DC dan Marvel pernah memiliki ide gila untuk menyatukan tokoh Batman dengan Wolverine, sehingga sosok campuran dua superhero ini diberi nama Dark Claw.
Ia adalah jagoan yang memiliki kuping panjang seperti Batman, namun badannya memiliki loreng milik Wolverine, dengan wajah yang menyeramkan. Sebuah ide buruk, tentang kolaborasi dua jagoan super ke dalam komik.

3.    Pencipta Batman, Bill Finger mengaku mengambil nama itu dari sebuah posisi dalam dunia kemiliteran Amerika Serikat di masa lampau. Itu sebabnya pula, mengapa pakaian Batman menjadi sangat berbau dunia meliteristik.

4.    Meski senang dengan tokoh jagoan super, namun entah mengapa sutradara Quentin Tarantino sangat membenci Batman. Ia bahkan menilai Batman adalah tokoh jagoan super yang tidak menarik dan membosankan. Wah…

5.    Tahukah Anda bahwa di Nottingham benar-benar ada tempat bernama Gotham, kota yang amat dilindungi oleh Batman. Lalu di Turki ternyata ada pula sebuah kota yang bernama Batman. Meski belum diketahui, apakah nama kota itu terinspirasi tokoh jagoan ini, yang jelas tempatnya sangat indah, dan cocok untuk dijadikan destinasi wisata.

Wanita Indonesia Masih Terobsesi Kulit Putih

Bukan rahasia lagi bahwa setiap orang ingin terlihat menarik, terutama bagi wanita. Hal tersebut terlihat dengan ramainya klinik estetika yang menawarkan beragam perawatan kecantikan.

Bila menilik tren kecantikan, dengan menjamurnya budaya Korea di Indonesia, membuat masyarakat merasa cantik adalah kulit putih. Padahal, hal itu tidak benar.

dr. Hengky Affandi, seorang ahli estetika mengatakan bahwa kulit asli seseorang dapat dilihat dari warna kulit lengan bagian bawah. Bila berwarna kecokelatan, maka kulit wajah tidak bisa dibuat putih.

"Kulit asli Anda lihat tangan. Itu nggak akan lebih dari itu. Kalau lebih dari itu sudah nggak benar, yang ingin kita capai itu kulit sehat bukan putih," katanya saat ditemui dalam peluncuran buku Beauty Outside-Happy Inside, dr. Moch Affandi Sp.KK(K), di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Maret 2015.

Secara standar kecantikan, Hengky melanjutkan, seharusnya yang benar adalah kulit sehat bercahaya, bukan putih. "Harusnya kalau produk kecantikan yang baik, nggak mengubah warna kulit, tapi mencerahkan," tuturnya.

Ia pun menekankan bahwa mencerahkan bukan berarti memutihkan. Diimbangi juga dengan gaya hidup sehat dan makan teratur. (art)

Dua Desainer Indonesia Ramaikan Pekan Mode Jepang

Dua desainer Indonesia, Toton dan ETU, menunjukkan bahwa kekuatan mode Nusantara tidak sekadar jago kandang. Keduanya memamerkan koleksi mereka di Japan Fashion Week.

Toton menghadirkan koleksi bergaya minimalis yang terinspirasi Kimono Jepang, sementara ETU menampilkan koleksi busana muslim bernafas androgyny dalam balutan warna pastel. Keduanya mempertunjukkan koleksi di catwalk Tokyo pada Selasa, 17 Maret 2015, lalu.

Toton dan ETU berhasil menarik perhatian para fashionista dan jurnalis dari berbagai penjuru dunia. Karya mereka bahkan dimuat di akun Instagram Vogue Italia.

Adapun, keduanya sukses mengembangkan sayap hingga ke Negeri Sakura berkat bantuan Indonesia Fashion Forward (IFF), inisiatif nirlaba yang berfokus pada pengembangan kapasitas label mode Indonesia agar siap bersaing di pasar internasional.

Para desainer dibimbing para pakar mode kelas dunia guna mempertajam kreativitas, mengidentifikasi problem dan solusi yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis, serta memahami strategi branding, analisis penjualan, strategi kemitraan, serta jurus menembus pasar global.

Program IFF merupakan hasil kolaborasi Jakarta Fashion Week, Kementrian Pariwisata, British Council dan inkubator bisnis asal London, Center for Fashion Enterprise (CFE).

Minim Model Lokal, Pekan Mode Tokyo Dikecam

Pekan mode Tokyo merupakan salah satu pesta mode akbar yang jadwalnya selalu dinanti fashionista dari seluruh Asia. Bagaimana tidak, pekan mode ini selalu diramaikan desainer papan atas, baik dari Negeri Sakura maupun mancanegara.

Namun, kali ini, pekan mode Tokyo jadi sorotan bukan karena desainernya, melainkan karena barisan model yang berjalan di catwalk-nya.

Pasalnya, dari ratusan model yang berpartisipasi di pekan mode tersebut, hanya beberapa yang merupakan model lokal. Lainnya didominasi model kulit putih. 

“Terlihat aneh,” kata Rika Tatsuno, 24, salah satu model Jepang yang tampil di ajang tersebut.

Dilansir Yahoo News, Rika menyebutkan model Jepang dan yang berasal dari Asia secara umum hanyalah sekitar 10-15 persen.

“Akan lebih baik bila terdapat lebih banyak model Jepang di catwalk Tokyo,” tambah Rika.

Adapun di Jepang, mode terbagi dua, wakufu atau pakaian tradisional Jepang dan yokufu atau busana bergaya barat, yang sekarang ini jadi pakaian sehari-hari di Negeri Sakura.

Umumnya, model Jepang akan banyak dikontrak untuk mempromosikan koleksi wakufu. Sementara busana yokufu, lebih banyak dipromosikan oleh model berwajah kaukasia.

Namun beberapa tahun belakangan, tren itu mulai bergeser, semakin banyak desainer busana tradisional Jepang, atau kimono, menggunakan model kaukasia untuk mempromosikan koleksinya. Alasannya, guna mendekatkan kimono pada pasar yang lebih global.

“Pembeli akan lebih tertarik melihat kimono yang dikenalkan model kaukasia, karena konsumen bisa melihat tampilan totalnya seperti apa,” jelas Hiroki Uemura, salah satu desainer kimono.

Dominasi model Ukraina

Layaknya di negara-negara Asia lainnya, catwalk mode didominasi model asal Ukraina, tidak terkecuali Jepang. Salah satu model yang kerap dikontrak desainer Jepang adalah Kali Myronenko, 20.

Pertama kali menjajal catwalk Tokyo pada 2012 di usia 17 tahun, kini Myronenko menjadi model top di pekan mode.

“Bagi warga Jepang, wajah kaukasia dianggap imut seperti boneka. Citra itu yang ingin mereka tampilkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan lensa kontak berwarna biru,” papar Myronenko.

Bahkan, majalah mode Jepang pun hanya sedikit menampilkan model lokal. Kebanyakan fashion spread juga memperlihatkan wajah Kaukasia, dibanding Asia. Imbasnya, agensi modeling kebanyakan mencari model berwajah Eropa atau mendatangkan model dari Rusia dan Ukraina.

Ironisnya, model Jepang yang ingin merintis karier, harus melakukannya di luar negeri, seperti New York, Paris, Milan atau London.

“Di Jepang, model kaukasia mendominasi, jadi kami harus mencari celah pekerjaan di luar negeri,” papar Rika.

Kamis, 05 Maret 2015

Sejarah Televisi


Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani danvisio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”
Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)
Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Sejak1970-an, kemunculan kaset video, cakram laser, DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan Hulu.
Walaupun terdapat bentuk televisi lain seperti televisi sirkuit tertutup, namun jenis televisi yang paling sering digunakan adalah televisipenyiaran, yang dibuat berdasarkan sistem penyiaran radio yang dikembangkan sekitar tahun 1920-an, menggunakan pemancar frekuensi radio berkekuatan tinggi untuk memancarkan gelombang televisi ke penerima gelombang televisi.
Penyiaran TV biasanya disebarkan melalui gelombang radio VHF dan UHF dalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara 54-890megahertz. Kini gelombang TV juga sudah memancarkan jenis suara stereo ataupun bunyi keliling di banyak negara. Hingga tahun2000, siaran TV dipancarkan dalam bentuk gelombang analog, tetapi belakangan ini perusahaan siaran publik maupun swasta kini beralih ke teknologi penyiaran digital.
Sebuah kotak televisi terdiri dari bermacam-macam sirkuit elektronik didalamnya, termasuk di antaranya sirkuit penerima dan penangkap gelombang penyiaran. Perangkat tampilan visual yang tidak memiliki perangkat penerima sinyal biasanya disebut sebagai monitor, bukannya televisi. Sebuah sistem televisi dapat dipakai dalam berbagai penggunaan teknologi seperti analog (PAL, NTSC, SECAM), digital (DVB, ATSC, ISDB dsb.) ataupun definisi tinggi (HDTV). Sistem televisi kini juga digunakan untuk pengamatan suatu peristiwa, pengontrolan proses industri, dan pengarahan senjata, terutama untuk tempat-tempat yang biasanya terlalu berbahaya untuk diobservasi secara langsung.
Televisi amatir (ham TV atau ATV) digunakan untuk kegiatan percobaan dan hiburan publik yang dijalankan oleh operator radio amatir. Stasiun TV amatir telah digunakan pada kawasan perkotaan sebelum kemunculan stasiun TV komersial.
Televisi telah memainkan peran penting dalam sosialisasi abad ke-20 dan ke-21. Pada tahun 2010, iPlayer digunakan dalam aspek media sosial dalam bentuk layanan televisi internet, termasuk di antaranya adalah Facebook dan Twitter.
Sejarah awal
Pada masa awal perkembangannya, televisi menggunakan gabungan teknologi optik, mekanik, dan elektronik untuk merekam, menampilkan, dan menyiarkan gambar visual. Bagaimanapun, pada akhir 1920-an, sistem pertelevisian yang hanya menggunakan teknologi optik dan elektronik saja telah dikembangkan, dimana semua sistem televisi modern menerapkan teknologi ini. Walaupun sistem mekanik akhirnya tidak lagi digunakan, pengetahuan yang didapat dari pengembangan sistem elektromekanis sangatlah penting dalam pengembangan sistem televisi elektronik penuh.
Gambar pertama yang berhasil dikirimkan secara elektrik adalah melalui mesin faksimile mekanik sederhana, (seperti pantelegraf) yang dikembangkan pada akhir abad ke-19. Konsep pengiriman gambar bergerak yang menggunakan daya elektrik pertama kali diuraikan pada 1878 sebagai "teleponoskop" (konsep gabungan telepon dan gambar bergerak), tidak lama setelah penemuan telepon. Pada saat itu, para penulis fiksi ilmiah telah membayangkan bahwa suatu hari nanti cahaya juga akan dapat dikirimkan melalui medium kabel, seperti halnya suara.
Ide untuk menggunakan sistem pemindaian gambar untuk mengirim gambar pertama kali dipraktikkan pada 1881 menggunakan pantelegraf, yaitu menggunakan mekanisme pemindaian pendulum. Semenjak itu, berbagai teknik pemindaian gambar telah digunakan di hampir setiap teknologi pengiriman gambar, termasuk televisi. Inilah konsep yang bernama "perasteran", yaitu proses merubah gambar visual menjadi arus gelombang elektrik.
1880-an: Cakram Nipkow
Pada tahun 1884, Paul Gottlieb Nipkow, seorang mahasiswa 23 tahun di Jerman, mematenkan sistem televisi elektromekanik yang menggunakan cakram Nipkow, sebuah cakram berputar dengan serangkaian lubang yang disusun secara spiral ke pusat cakaram yang digunakan dalam proses perasteran. Setiap lubang cakram diposisikan dengan selisihsudut yang sama agar dalam setiap putarannya cakram tersebut dapat meneruskan cahaya melalui setiap lubang hingga mengenai lapisan selenium peka cahaya yang menghasilkan denyut elektrik. Seiring dengan peletakan posisi gambar yang difokuskan dipusat cakram, setiap lubang akan memindai setiap "iris" horizontal dari keseluruhan gambar. Alat buatan Nipkow ini tidak benar-benar dapat dipraktekkan hingga adanya kemajuan dalam teknologi tabung penguat. Namun, alat tersebut hanya dapat memancarkan gambar "halftone" — dikarenakan lubang dengan posisi tertentu dengan ukuran berbeda-beda — melalui kabel telegraf atau telepon.
Rancangan selanjutnya adalah menggunakan pemindai mirror-drum berputar sebagai perekam gambar dan tabung sinar katode (CRT) sebagai perangkat tampilan. Pada 1907, seorang ilmuwan Rusia, Boris Rosing, menjadi penemu pertama yang menggunakan CRT dalam perangkat penerima dari sistem televisi eksperimental. Dia menggunakan pemindai "mirror-drum" untuk mengirim gambar geometrik sederhana ke CRT. Namun, untuk merekam gambar bergerak masih tidak dapat dilakukan, karena kepekaan detektor seleniumyang rendah.
1920-an: Penemuan John Logie Baird
Penemu asal Skotlandia, John Logie Baird berhasil menunjukan cara pemancaran gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925,diikuti gambar bergerak monokrom pada tahun 1926. Cakram pemindai Baird dapat menghasilkan gambar beresolusi 30 baris (cukup untuk memperlihatkan wajah manusia) dari lensa dengan spiral ganda. Demonstrasi oleh Baird ini telah disetujui secara umum oleh dunia sebagai demonstrasi televisi pertama, sekalipun televisi mekanik tidak lagi digunakan. Pada tahun 1927, Baird juga menemukan sistemrekaman video pertama di dunia, yaitu "Phonovision", yaitu dengan memodulasi sinyal output kamera TV-nya ke dalam kisaran jangkauan audio, dia dapat merekam sinyal tersebut pada cakram audio 10 inci (25 cm) dengan menggunakan teknologi rekaman audio biasa. Hanya sedikit rekaman "Phonovision" Baird yang masih ada dan rekaman-rekaman yang masih bertahan tersebut kemudian diterjemahkan dan diproses menjadi gambar yang dapat dilihat pada 1990-an menggunakan teknologi pemrosesan-sinyal digital.
Pada 1926, seorang insinyur Hungaria, Kálmán Tihanyi, merancang sistem televisi dengan perangkat pemindaian dan tampilan yang sepenuhnya elektronik, dan menggunakan prinsip "penyimpanan isi" di dalam tabung pemindai (atau "kamera").
Pada 1927, seorang penemu Rusia, Léon Theremin, mengembangkan sistem televisi dengan mirror-drum yang menggunakan sistem "video terjalin" untuk menghasilkan resolusi gambar 100 baris.
Pada tahun yang sama, Herbert E. Ives dari Bell Labs berhasil mengirimkan gambar bergerak dari sebuah cakram 50-tingkap yang menghasilkan 16 gambar per menit melalui medium kabel dari Washington, D.C. ke New York City, dan juga melalui gelombang radio dari Whippany, New Jersey. Ives menggunakan layar penayang sebesar 24 x 30 inci (60 x 75 cm). Subjek rekamannya termasuk salah satunya Sekretaris Perdagangan Amerika saat itu, Herbert Hoover.
Pada tahun yang sama pula, Philo Farnsworth berhasil membuat sistem televisi pertama di dunia dengan pemindai elektronik pada kedua perangkat tampilan dan pickup,[13]dimana temuannya ini pertama kali ia demonstrasikan di depan media pers pada 1 September 1928.
1930-an: Penyebaran dan penerimaan masyarakat
Pada tahun 1936, untuk pertama kalinya olimpiade Berlin disiarkan ke stasiun televisi di Berlin dan Leipzig di mana masyarakat umum dapat menyaksikan setiap perlombaan langsung.
Pada masa awal televisi, kotak televisi elektromekanik mulai secara komersial dijual dari tahun 1928 hingga 1934 di Inggris, Amerika Serikat, dan Rusia. Televisi komersial pertama dijual oleh Baird di Britania Raya pada tahun 1928 dalam bentuk penerima radio ditambah dengan komponen-komponen seperti tabung neon di belakang cakram Nipkow yang menghasilkan gambar kemerahan berukuran sebesar perangko pos yang dapat diperbesarkan lagi menggunakan lensa pembesar. "Televisor" ciptaan Baird ini juga dapat digunakan tanpa radio. Televisor yang dijual pada tahun 1930–1933 merupakan pemasaran televisi masal yang pertama. Kira-kira 1.000 unit Televisor berhasil dijual.
Kotak televisi elektronik komersial pertama dengan tabung sinar katode diproduksi oleh Telefunken di Jerman pada 1934, diikuti oleh produsen elektronik yang lain di Perancis (1936), Britania Raya (1936), dan Amerika Serikat (1938).
Pada tahun 1936, Kálmán Tihanyi menerangkan prinsip televisi plasma, yaitu sistem panel datar yang pertama.
Pada tahun 1938 di Amerika, televisi berukuran 3 inci (7.6 cm) dijual seharga 125 USD (setara dengan 1.863 USD pada tahun 2007.) Model termurah televisi berukuran 12 inci (30 cm) adalah seharga $445 (setara dengan $6.633 per 2007).
 
Kira-kira sebanyak 19.000 unit televisi elektronik telah diproduksi di Britania, 1.600 unit di Jerman, dan 8.000 unit di Amerika,[28] sebelum akhirnya War Production Board terpaksa menghentikan produksi TV pada April 1942 karena pecahnya Perang Dunia II.
Penggunaan TV di Amerika Serikat meningkat kembali pasca Perang Dunia II setelah produksi TV diizinkan kembali pada Agustus 1945. Pasca perang, jumlah pemilik TV di Amerika meningkat sekitar 0,5% pada tahun 1946, lalu naik 55,7% pada tahun 1954, dan naik sampai 90% pada tahun 1962.[29] Di Britania, jumlah pemilik TV meningkat dari 15.000 pada tahun 1947, lalu 1,4 juta pada tahun 1952, hingga 15,1 juta pada tahun 1968.

Terungkap Misteri Pembuatan Patung Terracotta

Prajurit Terracotta disebut sebagai keajaiban dunia yang kedelapan. Peneliti mengklaim, jika patung yang telah berusia 2.200 tahun ini, terinspirasi oleh karya seni dari Yunani.

Lukas Nikel, salah satu peneliti, percaya bahwa 8.000 patung raksasa tersebut yangdikuburkan dekat dengan makam kaisar Qin Shi Huangdi, adalah hasil dari kontrak antara Yunani dan China.


Salah satu terjemahan yang tercatat dalam skrip kuno memperlihatkan saat patung itu muncul di barat, yang menginspirasi Qin Shi Huangdi. Di mana ada 12 patung yang satu ukuran dengan patung Terracotta.

"Sangat mungkin jika patung-patung kaisar pertama adalah hasil kontrak awal antara Yunani dan China," ucap Dr Nikel, kepada Livescience yang kami kutip dari Daily Mail.

Sebelum kekuasan kaisar Huangdi, di China tidak pernah ada patung yang seukuran manusia, maka Nikel menyimpulkan jika ide tersebut datang dari kekaisaran Alexander.

Catatan sejarah juga memunjukkan jika ada kerjasama hubungan antara Yunani dan China, termasuk kebudayaan pembuatan patung. Yang kala itu, Yunani telah terbiasa membuat patung-patung dalam ukuran besar.

"Pematung China berusaha membuat struktur tulang, otot dan urat untuk menggambarkan seseorang dalam gerakan," tambah Nikel.

Sehingga ia percaya, jika misteri pembuatan prajurit Terracotta ini telah terpecahkan. Namun yang masih menjadi misteri adalah tidak ada pembuatan patung setelah Dinasti Han runtuh. Dan bagaimana tidak adanya ahli waris yang dapat membuat patung ini kembali, juga masih menjadi misteri.

Stres Berkepanjangan, Inilah Bahayanya

Mengundang penyakit 

Studi di Johns Hopkins University mengatakan kenyataan mengerikan tentang timbulnya berbagai penyakit seperti rusaknya hati, penyakit paru, dan kanker yang terkena oleh orang yang menderita stres kronis.

Mempengaruhi hubungan keluarga dan cinta 

Ini juga sering dihadapi oleh mereka yang tengah stres, dengan melampiaskannya pada keluarga atau pasangan. Stres bisa jadi memperburuk ikatan keluarga serta bahkan juga jalinan pernikahan. Bahkan juga menyebabkan juga timbulnya penyakit seksual seperti impotensi.

Kesehatan gigi 

Stres mempengaruhi juga kesehatan gigi serta mulut. Yakin atau tidak, ini dikarenakan kandungan asam yang tinggi, hingga menyebabkan penipisan gigi.

Merusak jantung 

Stres yang tidak dapat dikendalikan bisa menyebabkan penyakit jantung. Hormon yang dikeluarkan badan sementara stres membuat otot jantung rusak, mengacaukan denyut jantung, serta jadi memperburuk keadaan pembuluh darah.
 
Wordpress Theme by wpthemescreator .
Converted To Blogger Template by Anshul .