Kamis, 26 Februari 2015

Ini yang Terjadi Pada Tulang Punggung Jika Kecanduan Ponsel

Penggunaan telepon seluler (ponsel) saat ini tidak bisa dihindari. Segala sesuatu yang akan kita lakukan, diawali dengan membuka ponsel, bangun tidur sebagian besar masyarakat akan langsung membuka telepon pintarnya, untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Demikian pun di saat berjalan, mata kita tidak henti-hentinya melihat ponsel. Alhasil, kita sering pegal di bagian pundak, dan punggung. hal ini karena tekanan akibat kepala kita yang menunduk terus menerus, lalu apa yang akan terjadi dalam jangka panjang?

Tekanan yang terjadi pada tulang punggung dan pundak, akibat kepala kita menunduk atau melihat ponsel, akan meningkatkan rasa sakit dan pegal. Dan jika dibiarkan terus menerus makan akan terjadi dislokasi.

Bayangkan saja, menurut penelitian terbaru, melihat dengan kepala menunduk sekitar 60 derajat, sama dengan kita menahan beban sebesar 27 kilogram. Dan itu lebi besar dari pada kita mengangkat anak berumur empat tahun. Dan itu bisa menyebabkan keausan dini pada tulang dan air mata, dan akhirnya diperlukan pembedahan.

Sementara menunduk sebesar 45 derajat, sama dengan tekanan sebesar 22 kiogram. Menunduk dengan kemiringan 30 derajat sama dengan menahan beban sebesar 18 kilogram. Dan menunduk dengan kemiringan 15 derajat sama dengan tekanan 12 kilogram.

Oleh sebab itu, Dr Kenneth Hansra, ahli tulang belakang dari New York menghimbau untuk mengistirahatkan sejenak tulang belakang, dengan menghentikan sejenak kegiatan berponsel sambil menunduk. Karena di era modern ini, tidak mungkin untuk menghilangkan kegiatan menggunakan ponsel.

Sementara untuk posisi yang baik adalah,mensejajarkan telinga kita dengan bahu dan tulang belikat ditarik. Studi sebelumnya telah menghubungkan postur tubuh yang buruk dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk nyeri punggung, berat badan, sembelit, mulas, migrain, dan kondisi pernapasan.

Pada bulan September, peneliti dari Selandia Baru menemukan membungkuk juga memiliki efek pada kesehatan mental, membuat seseorang depresi, marah, bahkan membunuh libido mereka.

Para ahli menyarankan bahwa duduk tegak memungkinkan darah dan oksigen mengalir bebas ke seluruh tubuh, dan menyebabkan pencernaan baik. Hal ini juga dapat memicu otak untuk mengirim molekul kebahagiaan yang dikenal sebagai endorfin ke dalam darah, sementara itu mengurangi hormon stres, kortisol.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Wordpress Theme by wpthemescreator .
Converted To Blogger Template by Anshul .