Anda rindu dengan dengan suasana dan halusnya pasir putih di pinggir
pantai? Tak perlu jauh-jauh, Anda harus pergi ke Pantai Kuta, atau
Pantai Pandawa di Bali untuk merasakan halusnya pasir putih, karena di
Yogyakarta pun sekarang ada.
Meski telah dikenal wisatawan beberapa bulan belakangan ini, namun
Pantai Indrayanti, yang berada di Gunung Kidul, Wonosari, Yogyakarta,
mulai disorot wisatawan dari luar negeri. Tak sedikit wisatawan luar,
atau bule yang datang ke pantai yang punya nama lain Pantai Pulang Sawal
ini.
"Suka ada bule yang surfing ke sini. Mereka nyangkanya pantai ini seperti di pantai Kuta," ujar Pardi, salah satu penjaga pantai Indrayanti kepada VIVA.co.id.
Dengan membayar Rp10.000 saja, Anda bisa langsung membawa keluarga
anda untuk menikmati keindahan pantai di sini.Tak hanya pantai
Indrayanti, setelah pintu masuk kawasan pantai, anda bisa mengunjungi
beberapa pantai lainnya seperti pantai Krakal, Baron, Srili, dan Indri.
Tidak hanya berhiaskan pasir putih, bukit karang, dan air biru jernih
di pantai ini seakan menggoda wisatawan untuk menceburkan diri.
"Ada beberapa pantai kecil lainnya di sini. Tinggal pilih saja," ujar Pardi.
Untuk
tempat makan dan istirahatnya pun para pengembang resort di sini
menyediakan tempat sederhana yang disewakan kepada wisatawan.
"Harganya
bisa tawar menawar dengan yang punya tempat istirahatnya. Tetapi, di
sini ada peraturan untuk menjaga kebersihan pantai," ujarnya. (asp)
Kamis, 05 Maret 2015
Elang Berkamera Dilepas dari Burj Khalifa
Dubai memang tidak pernah ketinggalan pamornya dalam menggaet wisatawan.
Pada 14 Maret tahun ini, konservasi kebebasan akan mencoba untuk
menciptakan rekor dunia baru dengan menerbangkan seekor elang,
dilengkapi dengan kamera dari atas gedung tertinggi di dunia, Burj
Khalifa.
Seorang pelatih dan falconer Jaques Oliver yang telah mengajarkan
elang tersebut terbang bebas. Dia juga dikenal sebagai perintis untuk
meningkatkan reintroduksi elang yang langka ke alam bebas. (art)
Penyelenggara meletakkan kamera ke burung elang tersebut. Kemudian,
burung itu dilepas untuk merekam perspektif dari mata burung dan
menangkap lanskap yang akan disiarkan ke seluruh dunia, seperti dilansir
Emirates247.
Jika berhasil, penerbangan elang ekor putih dari puncak Burj
Khalifa dengan ketinggian 829,8 meter atau sekitar 2.722 kaki, akan
menjadi rekor dunia pertama yang tercatat sebagai penerbangan tertinggi
oleh burung dari struktur buatan manusia.
Lembaga amal berinisiatif bekerja sama dengan konservasi terkemuka
yaitu Save our Species dan UNESCO untuk meningkatkan kesadaran akan
penderitaan hewan langka.
Elang yang diterbangkan itu bernama Darshan, sebuah contoh kecil
dari spesies yang terancam kepunahannya. Namun, semua itu telah berhasil
ditangani dengan direhabilitasi melalui program konservasi global, dan
akan bertindak sebagai duta hewan langka di seluruh dunia.
Burung elang telah menjadi daftar merah sebagai spesies yang
terancam punah, dan harus diselamatkan dari kepunahan. Elang ini telah
diterbangkan dari landmark ikonik di seluruh Eropa, termasuk Menara
Eiffel di Paris dari ketinggian 301 meter dan Katedral St. Paul di
London.
Gaya Hidup Sehat Remaja Kuba
Di satu sisi Kuba, masih jadi negara terbesar kedua dengan
tingkat demam berdarah paling tingginya. Namun di sisi lain, para
remaja di negara ini ternyata memiliki segudang prestasi. Dibanding
negara-negara lain, generasi muda Kuba terkenal dengan prestasi di
bidang seni dan olahraga.
Prof. Dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI, FACP dari
Perhimpunan Persahabatan Indonesia – Kuba menjelaskan bahwa Kuba tidak
dihidupi oleh masyarakat yang cinta kemewahan. Mereka hidup sederhana,
bahkan tidak ada mal di sana.
“Remaja-remaja Kuba menonjol di bidang seni dan olahraga.
Mereka telah dipupuk rasa cinta budaya. Tidak ada mal di sana. Sehingga
mereka rajin olahraga,” ujar sang Profesor di Balai Sidang Universitas
Indonesia, Depok, Rabu, 4 Maret 2015.
Profesor Samsuridjal memang sudah paham kondisi generasi
muda Kuba, pasalnya dia telah empat kali mengunjungi Kuba dan melihat
sendiri bagaimana remaja Kuba memanfaatkan waktu mereka.
Masyarakat Kuba juga sangat senang melakukan kegiatan
sosial. Pemerintah juga aktif menolong negara lain jika terkena bencana
alam.
“Mereka itu suka kerja keras. Dan kaya akan niat ingin
menolong dan penuh jiwa sosial yang ditanam sejak dini,” kata pengajar
ilmu penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang
mengenakan kemeja batik itu kepada rekan media.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu
juga menggambarkan keadaan Negara Kuba yang memiliki lalu lintas lancar
tanpa kemacetan.
Hal itu karena mayoritas masyarakat menggunakan kendaraan
umum berupa bus dan banyaknya gedung yang direnovasi. Akomodasi jalan
pun terjaga dan bersih.
Hiu Teror Wisatawan Pantai Australia
Dalam waktu kurang dari setahun terjadi serangan hiu mematikan dan sederet insiden lain di perairan Australia.
Sebuah situs Trivago telah mengidentifikasi adanya penurunan pencarian penginapan hingga 30 persen. Salah satu faktornya dipengaruhi oleh penampakan dan serangan ikan hiu.
Seperti dilansir News, banyak pantai yang pengunjunnya merosot seperti pantai selatan dan pantai utara yang ada di New South Wales. Sejak ditutup Bateman Bay, pantai ini mengalami penurunan hingga 30 persen setiap minggunya. Pantai ini sempat didatangi hiu besar dan membunuh paus humpback pada tanggal 7 Januari lalu.
Sedikitnya ada lima serangan mematikan yang tercatat di Australia sejak April lalu. Tiga telah terjadi di NSW - Tathra, Byron Bay dan Ballina, satu di WA - Pantai Cheynes dan satu di Far North Queensland. "Bagian selatan New South Wales adalah sebagai tujuan yang berada dalam jarak dekat dengan Sydney. Mereka dikenal lebih populer untuk liburan akhir pekan atau hari biasa. Hal ini bisa berdampak buruk pada penurunan wisata dalam waktu singkat," ujar Bianca Delbao dari Trivago.
Sementara, Busselton dan Dunsborough di pantai selatan Australia Barat mengalami 21 persen penurunan setelah seorang penyelam memposting video berjudul Great White Shark berenang sekitar 50 meter dari pantai Old Dunsborough.
Wisatawan yang ingin berkunjung ke Australia disarankan untuk tidak mengunjungi wisata pantai terlebih dahulu. Karena, masalah hiu ini belum dapat diselesaikan.
Sebuah situs Trivago telah mengidentifikasi adanya penurunan pencarian penginapan hingga 30 persen. Salah satu faktornya dipengaruhi oleh penampakan dan serangan ikan hiu.
Seperti dilansir News, banyak pantai yang pengunjunnya merosot seperti pantai selatan dan pantai utara yang ada di New South Wales. Sejak ditutup Bateman Bay, pantai ini mengalami penurunan hingga 30 persen setiap minggunya. Pantai ini sempat didatangi hiu besar dan membunuh paus humpback pada tanggal 7 Januari lalu.
Sedikitnya ada lima serangan mematikan yang tercatat di Australia sejak April lalu. Tiga telah terjadi di NSW - Tathra, Byron Bay dan Ballina, satu di WA - Pantai Cheynes dan satu di Far North Queensland. "Bagian selatan New South Wales adalah sebagai tujuan yang berada dalam jarak dekat dengan Sydney. Mereka dikenal lebih populer untuk liburan akhir pekan atau hari biasa. Hal ini bisa berdampak buruk pada penurunan wisata dalam waktu singkat," ujar Bianca Delbao dari Trivago.
Sementara, Busselton dan Dunsborough di pantai selatan Australia Barat mengalami 21 persen penurunan setelah seorang penyelam memposting video berjudul Great White Shark berenang sekitar 50 meter dari pantai Old Dunsborough.
Wisatawan yang ingin berkunjung ke Australia disarankan untuk tidak mengunjungi wisata pantai terlebih dahulu. Karena, masalah hiu ini belum dapat diselesaikan.
Ketika Puncak Gunung Everest Tercemar
Keindahan puncak gunung Everest selalu menjadi pusat perhatian dunia. Tapi, kini kondisinya mulai memprihatinkan.
Akibat limbah manusia yang ditinggalkan oleh pendaki, Gunung Everest kini menjadi tercemar. Kepala asosiasi gunung Nepal mengatakan Everest kini mengalami masalah yang menyebabkan polusi dan mengancam tersebarnya penyakit.
Menurut laman News.au, lebih dari 700 pendaki dan pemandu menghabiskan waktu sekitar dua bulan di lereng Everest setiap musim pendakian dan mereka meninggalkan sejumlah sampah dan kotoran. Menurut Ang Tshering selaku pengurus gunung, sampai saat ini masalah tersebut belum ditangani.
Dia mengatakan pemerintah Nepal perlu menindak tegas para pendaki yang membuang limbah sembarangan sehingga gunung tetap terjaga kebersihannya.
Ratusan pendaki berusaha untuk mencapai skala tertinggi Everest yang dimulai pekan ini hingga bulan Mei. Musim pendaki tahun lalu dibatalkan setelah 16 pemandu lokal tewas dalam longsoran salju pada bulan April.
Biasanya para pendaki mendirikan tenda di ketinggian 5.300 meter dan 8.850 meter. Tenda tersebut memiliki beberapa peralatan penting dan perlengkapan, tetapi tidak memiliki toilet.
"Pendaki biasanya menggali lubang di salju sebagai pengganti toilet dan meninggalkan kotoran mereka di sana. Ini menyebabkan limbah tersebut menjadi menumpuk selama bertahun-tahun," ujar Tshering.
"Pemerintah Nepal belum datang untuk mengatasi masalah limbah manusia. Tapi, mulai musim ini, pejabat yang ditempatkan di base camp sangat ketat memantau sampah di gunung," ujar Puspa Raj Katuwal selaku Kepala Departemen Pegunungan.
Pemerintah setempat pun memberlakukan aturan baru tahun lalu yang mengharuskan setiap pendaki untuk membawa turun 8 kilogram sampah. Jumlah itu telah diperkirakan bagi pendaki yang menuruni base camp sepanjang rute.
Tim pendakian harus meninggalkan uang deposit sebesar US$4000. Hal ini dimaksudkan sebagai jaminan jika mereka tidak mematuhi peraturan yang berlaku.
Lebih dari 4.000 pendaki menaklukkan Gunung Everest sejak 1953. Dan pertama kali, puncak gunung ini ditaklukkan oleh pendaki Edmund Hillary dari Selandia Baru dan pemandunya, Tenzing Norgay.
Ratusan orang lain juga banyak yang dikabarkan tewas dalam upaya pendakian puncak gunung ini dan banyak juga yang berhasil dengan bantuan oksigen, dan panduan Sherpa. (one)
Akibat limbah manusia yang ditinggalkan oleh pendaki, Gunung Everest kini menjadi tercemar. Kepala asosiasi gunung Nepal mengatakan Everest kini mengalami masalah yang menyebabkan polusi dan mengancam tersebarnya penyakit.
Menurut laman News.au, lebih dari 700 pendaki dan pemandu menghabiskan waktu sekitar dua bulan di lereng Everest setiap musim pendakian dan mereka meninggalkan sejumlah sampah dan kotoran. Menurut Ang Tshering selaku pengurus gunung, sampai saat ini masalah tersebut belum ditangani.
Dia mengatakan pemerintah Nepal perlu menindak tegas para pendaki yang membuang limbah sembarangan sehingga gunung tetap terjaga kebersihannya.
Ratusan pendaki berusaha untuk mencapai skala tertinggi Everest yang dimulai pekan ini hingga bulan Mei. Musim pendaki tahun lalu dibatalkan setelah 16 pemandu lokal tewas dalam longsoran salju pada bulan April.
Biasanya para pendaki mendirikan tenda di ketinggian 5.300 meter dan 8.850 meter. Tenda tersebut memiliki beberapa peralatan penting dan perlengkapan, tetapi tidak memiliki toilet.
"Pendaki biasanya menggali lubang di salju sebagai pengganti toilet dan meninggalkan kotoran mereka di sana. Ini menyebabkan limbah tersebut menjadi menumpuk selama bertahun-tahun," ujar Tshering.
"Pemerintah Nepal belum datang untuk mengatasi masalah limbah manusia. Tapi, mulai musim ini, pejabat yang ditempatkan di base camp sangat ketat memantau sampah di gunung," ujar Puspa Raj Katuwal selaku Kepala Departemen Pegunungan.
Pemerintah setempat pun memberlakukan aturan baru tahun lalu yang mengharuskan setiap pendaki untuk membawa turun 8 kilogram sampah. Jumlah itu telah diperkirakan bagi pendaki yang menuruni base camp sepanjang rute.
Tim pendakian harus meninggalkan uang deposit sebesar US$4000. Hal ini dimaksudkan sebagai jaminan jika mereka tidak mematuhi peraturan yang berlaku.
Lebih dari 4.000 pendaki menaklukkan Gunung Everest sejak 1953. Dan pertama kali, puncak gunung ini ditaklukkan oleh pendaki Edmund Hillary dari Selandia Baru dan pemandunya, Tenzing Norgay.
Ratusan orang lain juga banyak yang dikabarkan tewas dalam upaya pendakian puncak gunung ini dan banyak juga yang berhasil dengan bantuan oksigen, dan panduan Sherpa. (one)
Plesir Unik, Panen Padi di Tengah Hutan
Memanen padi secara tradisional di sawah mungkin sudah
menjadi tradisi bagi para petani di Indonesia. Namun, panen yang satu
ini unik. Panen padi bisa dilakukan di tengah hutan langsung bersama
para petani penggarap.
Ya, panen padi tengah hutan ini mungkin bisa Anda lakukan
di Banyumas, Jawa Tengah. Tepatnya di Desa Pekuncen, Kecamatan,
Jatilawang, Banyumas. Di daerah itu, ada sistem tanam padi unik yang
merupakan inovasi Pemerintah Provinsi Jateng. Bekerja sama dengan
Perhutani dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, petani padi bisa
menanam padi di tanah area hutan.
Berada di area hutan milik Perhutani seluas 44 hektare,
hutan itu dulunya dipenuhi pohon akasia. Namun, kini tersulap menjadi
areal pertanian dengan tanaman padi sebagai tanaman utama. Di samping
itu, pohon pinus kecil tampak di area pertanian tersebut.
Konsep pertanian di wilayah perbatasan Banyumas-Cilacap itu diberi nama Integrate Farming System.
Sistem itu telah dimulai sejak 2014. Para petani penggarap diberikan
keuntungan untuk menggarap tanah Perhutani itu secara gratis. Karena
berada di lahan hutan, sistem pengairan yang dipakai adalah dengan model
tadah hujan.
Menggunakan bibit padi khusus berjenis Inpago 5 dan
Situbagendit, hasil tanam padi tengah hutan yang dimulai sejak November
2015 itu kini telah memasuki panen raya.
Panen raya perdana bahkan dihadiri langsung Gubernur Jawa
Tengah, Ganjar Pranowo dan Dirut Perum Perhutani, Mustoha Iskandar,
Bupati Banyumas Achmad Husein dan perwakilan Rektor UGM Yogyakarta.
Di sela panen raya itu, Ganjar mengatakan, cara bercocok
tanam di Banyumas tersebut terbilang menjadi inovasi baru di Jateng.
Apalagi, lahan pertanian milik Perhutani memang telah disiapkan untuk
program Integrate Farming System di lahan hutan.
"Kalau soal ilmu pengetahuan, perguruan tinggi kan
siap. Secara lahan Perhutani punya. Maka semua lahan Perhutani bisa
dimanfaatkan masyarakat," kata Ganjar di sela panen raya di Banyumas,
Kamis 5 Maret 2015.
Adapun hasil pertanian model baru itu dianggap cukup
memuaskan. Dalam satu hektare lahan pertanian hutan akan menghasilkan
5-6 ton gabah dalam sekali panen.
Untuk tahun ini, hasil pangan Jateng telah mencapai angka
11,6 ton. Jumlah itu bahkan lebih banyak 2,85 ton dari target yang
ditentukan. "Jadi, dengan ini, semoga target peningkatkan produksi bisa
tercapai," ujar dia.
Wanto (40), salah seorang petani penggarap mengaku senang
dengan program tanam padi di lahan hutan milik Perhutani itu. Selain
mudah, sistem ini juga akan membantu masyarakat kecil yang tidak
memiliki lahan.
"Kami boleh menggarap lahan. Saya menanam kayu dan padi di
lahan hutan. Kayunya milik Perhutani, tapi padinya sepenuhnya milik
saya," ujar bapak dua anak itu.
Tidak hanya bagi petani, konsep unik ini juga bisa
dikunjungi masyarakat. Selain melakukan treking menyusuri hutan,
wisatawan juga bisa merasakan bagaimana serunya panen raya di sawah yang
berlokasi di tengah hutan. (art)
Pangandaran Masuk 8 Destinasi Dunia yang Naik Daun di 2015
Keindahan pantai Pangandaran ternyata menjadi pusat perhatian dunia.
Bahkan pesona Pangandaran masuk daftar 8 destinasi dunia yang sedang
naik daun di 2015 ini.
Agoda.com, salah satu situs pemesanan hotel terdepan di Asia dan bagian dari Priceline Group yang terdaftar di Nasdaq (Nasdaq:PCLN), telah merilis daftar Destinasi Wisata Baru 2015 dengan menampilkan beberapa lokasi liburan di Asia yang sedang naik daun.
Dalam informasinya yang dikirimkan pada VIVA.co.id melalui e-mail, Agoda.com mengungkapkan, di tahun kelimanya, daftar Destinasi Wisata Baru 2015 dikumpulkan dari data tren wisata dari para pelanggan Agoda beserta editorial dan ulasan. Untuk dapat menjadi bagian dari daftar tersebut, sebuah destinasi wajib berada pada puncak tren pesanan pada tahun 2014 dan peringkat ulasan pelanggan, serta memenuhi standar editorial Agoda.com yang cukup ketat.
Di tahun ini, Agoda pun fokus pada destinasi yang memiliki properti kurang dari 70 dan juga menunjukkan peningkatan pesanan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Perlu diingat bahwa ini hanya merupakan suatu daftar destinasi wisata, bukan sebuah peringkat, dengan peningkatan jumlah wisatawan yang mencari pengalaman wisata baru dan unik. Pangandaran pun menjadi salah satu destinasi wisata yang dianggap tengah naik daun saat ini.
Berikut daftar 8 destinasi wisata dunia yang tengah naik daun di 2015.
Pangandaran, Indonesia

Goa Rengganis, Pangandaran
Pangandaran merupakan sebuah desa nelayan di pulau Jawa, Indonesia, yang terletak 200 km dari tenggara kota Bandung.
Lokasi Pangandaran sendiri berada di pulau Jawa, sekitar 640 km di sebelah barat Bali, dan tidak begitu ramai dibandingkan Bali.
Hal yang menarik adalah lokasi ini sering dimanfaatkan sebagai tempat berselancar yang luar biasa di pesisir selatan dari kota ini. Terdapat juga Taman Nasional Pangandaran yang menawarkan aktivitas pendakian dan arung jeram melewati Green Canyon (Cukang Taneuh), sebuah ngarai curam dengan air bak batu jamrud yang nampak seperti di film Indiana Jones.
Desa-desa yang sunyi serta pohon-pohon palem yang berayun-ayun merupakan pemandangan yang bisa Anda temukan ketika menjelajahi area pinggiran kota ini dengan naik sepeda yang bisa disewa.
Kapan waktu terbaik untuk ke sana?
April-September, ketika udara panas dan sedikit hujan adalah waktu yang pas untuk berwisata ke tempat ini. Festival Layang-Layang juga sering diadakan di sekitar bulan ini.
Penghu, Taiwan
Ini merupakan sebuah kepulauan yang berjarak sekitar 43 km dari pesisir barat Taiwan.
Ketertarikan terhadap Penghu meningkat di tahun-tahun belakangan ini karena promosi besar-besaran dari festival kembang api tahunan mereka serta sering kali dimuat dalam berbagai daftar wisata terbaik.
Untungnya, lokasinya yang terpencil membuatnya jarang dikunjungi turis, paling tidak untuk saat ini.Di sini, Anda dapat mengunjungi desa-desa nelayan, kuil-kuil, dan jalanan yang telah dipugar dengan cantik, serta situs-situs geologis dan bersejarah yang sangat unik.
Para pecinta kuliner kerap kali memuji kualitas dan kuantitas makanan di sini, terutama makanan hasil lautnya.
Jika tertarik menuju ke sana waktu terbaiknya adalah saat angin yang berhembus kencang pada musim semi sangatlah baik bagi para windsurfer. Namun musim panas tetaplah menjadi waktu yang terbaik, ditambah lagi dengan adanya festival kembang api tahunan, Ocean Fireworks Festival.
Bagaimana cara menuju ke sana? Penerbangan dari berbagai kota di Taiwan dan Cina, atau kapal feri dari Kaohsiung.
Agoda.com, salah satu situs pemesanan hotel terdepan di Asia dan bagian dari Priceline Group yang terdaftar di Nasdaq (Nasdaq:PCLN), telah merilis daftar Destinasi Wisata Baru 2015 dengan menampilkan beberapa lokasi liburan di Asia yang sedang naik daun.
Dalam informasinya yang dikirimkan pada VIVA.co.id melalui e-mail, Agoda.com mengungkapkan, di tahun kelimanya, daftar Destinasi Wisata Baru 2015 dikumpulkan dari data tren wisata dari para pelanggan Agoda beserta editorial dan ulasan. Untuk dapat menjadi bagian dari daftar tersebut, sebuah destinasi wajib berada pada puncak tren pesanan pada tahun 2014 dan peringkat ulasan pelanggan, serta memenuhi standar editorial Agoda.com yang cukup ketat.
Di tahun ini, Agoda pun fokus pada destinasi yang memiliki properti kurang dari 70 dan juga menunjukkan peningkatan pesanan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Perlu diingat bahwa ini hanya merupakan suatu daftar destinasi wisata, bukan sebuah peringkat, dengan peningkatan jumlah wisatawan yang mencari pengalaman wisata baru dan unik. Pangandaran pun menjadi salah satu destinasi wisata yang dianggap tengah naik daun saat ini.
Berikut daftar 8 destinasi wisata dunia yang tengah naik daun di 2015.
Pangandaran, Indonesia
Goa Rengganis, Pangandaran
Pangandaran merupakan sebuah desa nelayan di pulau Jawa, Indonesia, yang terletak 200 km dari tenggara kota Bandung.
Lokasi Pangandaran sendiri berada di pulau Jawa, sekitar 640 km di sebelah barat Bali, dan tidak begitu ramai dibandingkan Bali.
Hal yang menarik adalah lokasi ini sering dimanfaatkan sebagai tempat berselancar yang luar biasa di pesisir selatan dari kota ini. Terdapat juga Taman Nasional Pangandaran yang menawarkan aktivitas pendakian dan arung jeram melewati Green Canyon (Cukang Taneuh), sebuah ngarai curam dengan air bak batu jamrud yang nampak seperti di film Indiana Jones.
Desa-desa yang sunyi serta pohon-pohon palem yang berayun-ayun merupakan pemandangan yang bisa Anda temukan ketika menjelajahi area pinggiran kota ini dengan naik sepeda yang bisa disewa.
Kapan waktu terbaik untuk ke sana?
April-September, ketika udara panas dan sedikit hujan adalah waktu yang pas untuk berwisata ke tempat ini. Festival Layang-Layang juga sering diadakan di sekitar bulan ini.
Penghu, Taiwan
Ini merupakan sebuah kepulauan yang berjarak sekitar 43 km dari pesisir barat Taiwan.
Ketertarikan terhadap Penghu meningkat di tahun-tahun belakangan ini karena promosi besar-besaran dari festival kembang api tahunan mereka serta sering kali dimuat dalam berbagai daftar wisata terbaik.
Untungnya, lokasinya yang terpencil membuatnya jarang dikunjungi turis, paling tidak untuk saat ini.Di sini, Anda dapat mengunjungi desa-desa nelayan, kuil-kuil, dan jalanan yang telah dipugar dengan cantik, serta situs-situs geologis dan bersejarah yang sangat unik.
Para pecinta kuliner kerap kali memuji kualitas dan kuantitas makanan di sini, terutama makanan hasil lautnya.
Jika tertarik menuju ke sana waktu terbaiknya adalah saat angin yang berhembus kencang pada musim semi sangatlah baik bagi para windsurfer. Namun musim panas tetaplah menjadi waktu yang terbaik, ditambah lagi dengan adanya festival kembang api tahunan, Ocean Fireworks Festival.
Bagaimana cara menuju ke sana? Penerbangan dari berbagai kota di Taiwan dan Cina, atau kapal feri dari Kaohsiung.
Langganan:
Postingan (Atom)